Tim Sembilan

Ketua Dewan Transparansi Internasional Indonesia (TII) Natalia Subagyo resmi menggantikan Budiarto Shambazzy di Tim Sembilan bentukan Kemenpora setelah posisi tersebut sempat kosong sepekan terakhir. "Keanggotaan satu orang di Tim Sembilan sudah terisi penuh dengan yang kita kenal dari Transparency International, Ibu Natalia Subagyo," kata salah satu anggota Tim Sembilan Gatot Dewa Broto yang mengumumkan usai rapat ketiga Tim Sembilan di Jakarta, Selasa.

Kehadiran Natalia sebagai wanita pertama di Tim Sembilan sekaligus menepis kabar bahwa tim tersebut akan berganti nama menjadi tim delapan setelah wartawan Harian Kompas Budiarto Shambazzy mengundurkan diri dengan alasan independensi.

Menurut Gatot, Natalia memang dirasa tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentang sepakbola. Namun, kecakapan Natalia sebagai Ketua Dewan Transparansi Internasional Indonesia dapat mewujudkan tujuan utama Tim Sembilan, yakni pemerintahan yang bersih dan baik "clean and good government".

Selain itu, alasan kedua penunjukan Natalia adalah karena Tim Sembilan mendapat sejumlah kritikan yang tidak mempertimbangkan masalah jender dalam perekrutan anggota.

"Kami mendapat sejumlah kritik dari berbagai pihak yang mengatakan tim ini tidak mementingkan masalah jender. Dengan pengunduran diri Budiarto, kami manfaatkan sebagai tindakan responsif untuk mengajak Bu Natalia," ungkap Gatot yang juga menjabat sebagai Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi tersebut.

Natalia Subagyo bergabung dengan anggota lainnya dari Tim Sembilan, yakni Imam B. Prasodjo (Sosiolog UI), Ricky Yakobi (mantan pesepakbola nasional), Gatot S. Dewa Broto (Kemenpora), Nurhasan Ismail (Akademisi), Joko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Kepala PPATK), Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan KPK), dan Oegroseno (mantan Wakapolri).

Gatot juga menepis kabar pengunduran diri mantan pesepakbola nasional Ricky Yakobi dari anggota Tim Sembilan. Ia memastikan bahwa Ricky tetap bergabung dengan Tim Sembilan apa pun kondisinya.