suasana Natal Di SPBU Bali

SPBU di Kabupaten Jembrana, Bali, menarik konsumen untuk membeli bahan bakar di tempatnya, dengan menampilkan suasana Natal termasuk atribut karyawannya. "Selain untuk menarik konsumen, suasana Natal ini juga bentuk ucapan kami terhadap Umat Kristen yang merayakannya," kata Iskadar Alfan, manajer operasional SPBU di Jalan Jenderal Sudirman, Negara, Kamis.

Menurutnya, dengan atribut Natal ini, cukup banyak konsumen yang datang ke SPBUnya, karena menemukan suasana unik. Nengah Subagia, salah seorang pembeli mengatakan, penghormatan terhadap seluruh umat beragama seharusnya dilakukan pengusaha, lewat pemasangan atribut yang berhubungan dengan perayaan hari besar agama.

"SPBU ini memang unik. Saat Hari Raya Galungan lalu, mereka mengenakan pakaian adat Bali, serta memasang atribut yang berhubungan dengan itu," katanya. Kebiasaan menghormati berbagai hari raya ini dibenarkan Iskandar, yang tidak semata-mata karena alasan bisnis, tapi juga toleransi.

"Toleransi antar umat beragama harus diwujudkan dengan nyata, yang bagi kami bentuknya ya seperti ini. Dengan toleransi nyata ini, keuntungan bisnis pasti datang sendiri karena pelanggan merasa dihormati," kata mantan anggota DPRD Jembrana ini. Pantauan di lokasi, pengelola menghias mesin SPBU seperti pohon Natal, dengan karyawan mengenakan atriut topi Santa Klaus.