Salah Satu Penyalah Gunaan Teknologi

Bagi sebagian orang, kemajuan teknologi disalahgunakan untuk tujuan-tujuan yang melanggar hukum. Salah satu di antaranya adalah menyelundupkan narkoba.

Sebuah drone berjenis Spreading Winds 900 yang di pasaran dihargai Rp 17,5 juta dilaporkan jatuh di kawasan kota Tijuana, perbatasan Amerika dan Meksiko.

Saat drone itu jatuh, ditemukan lebih dari dua kilogram methamphetamin atau sabu-sabu yang diikatkan padanya. Dua kilogram sabu yang dipisah menjadi enam paket kecil itu ditaksir harganya mencapai Rp 1,6 miliar lebih.

Kejadian itu dilaporkan oleh seorang penelepon misterius sekitar hari Selasa (20/01) malam waktu setempat. Dia menyatakan bila ada sebuah drone yang jatuh di supermarket Tijuana, tepatnya di dekat lapangan parkir. Polisi juga belum mengetahui milik siapa dan kemana drone itu mengirimkan sabut-sabu, Mashable (22/01).

Drone Spreading Winds 900 adalah drone canggih dengan 6 baling-baling yang mampu sekitar 18 menit sekali jalan, saat baterai 12.000 mAh terisi penuh. Drone buatan perusahaan DJI, perusahaan yang bermarkas di China, itu juga didesain seminimalis mungkin dan mudah disiapkan hanya dalam waktu 5 menit saja.

Pemerintah Meksiko mengatakan ini adalah modus baru para pengedar narkoba dalam mendistribusikan pasokan barang haram mereka. Pengedar itu dilaporkan semakin sering memakai drone untuk mengirim sabu-sabu ke rumah-rumah pemesan.

Setidaknya tercatat 150 kasus pengiriman narkoba menggunakan drone terungkap sejak tahun 2012 hingga sekarang. Celakanya, kartel-kartel narkoba di perbatasan Meksiko juga dikabarkan membuat sendiri drone mereka.

Untungnya, di kasus ini drone Spreading Winds 900 yang dipakai oleh pengedar diprediksi terlalu banyak membawa narkoba sehingga jatuh. Terdapat kemungkinan bila jumlah sabu-sabu yang dibawa lebih dari dua kilo. Sebab, beban maksimal lepas landas yang bisa diangkut oleh si drone mencapai 5 kilogram.