Pesilat Asal Sulawesi Selatan Awaluddin

Pesilat asal Sulawesi Selatan, Awaluddin, berhasil merebut medali emas bagi Indonesia pada kejuaraan dunia pencak silat di Phuket, Thailand, 10-16 Januari 2015. Pelatih Silat Sulsel, Muhammad Arham di Makassar, Rabu, mengatakan keberhasilan peraih medali emas Kejurnas Senior 2014 itu didapatkan seusai mengalahkan wakil Malaysia pada babak final kelas A (45-50kg).

"Alhamdulillah, Awaluddin berhasil keluar sebagai juara pertama di kejuaraan internasional. Prestasi ini tentu semakin membuktikan dirinya memang layak memperkuat timnas khususnya di SEA Games 2015," katanya.

Keberhasilan Awaluddin di kejuaraan dunia 2015 tersebut diharapkan semakin meningkatkan motivasi atlet jelang tampil di SEA Games 2015. Pihaknya juga berharap agar atlet andalannya itu tidak cepat berpuas diri karena masih akan menghadapi SEA Games.

Menurut dia, keberhasilan di Thailand ini sekaligus menambah deretan prestasi Awaluddin di ajang internasioal. Sebelumnya, Awal juga sukses menjadi yang terbaik pada ajang internasional di Belgia 2013 dan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN 2012.

"Prestasi ini memang penting karena dicapai jelang SEA Games 2015. Mudah-mudahan pencapaian ini menjadi suplemen untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga bissa mempersembahkan hasil maksimal di SEA Games," jelasnya.

Pelatih Silat Indonesia, Sunarno, sebelumnya menyatakan keterlibatan pesilat di kejuaraan dunia dapat dijadikan program menuju SEA Games XXVIII Singapura, Juni 2015. Melihat kondisi itu sehingga Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia tetap mengirim kekuatan penuh ke Phuket, Thailand.

Menurut dia, atlet yang dikirim menghadapi kejuaraan dunia itu diambil melalui hasil Kejurnas, ASEAN University Games dan atlet pelatnas SEA Games. Selain itu, kejuaraan dunia 2015 ini juga dijadikan sebagai ajang pemantauan prestasi atlet yang layak melanjutkan latihan di Pelatnas.

Kejuaraan Dunia 2015 diikuti kurang lebih 600 pesilat dari 47 negara termasuk dari tim Amerika Serikat. Khusus timnas Indonesia menurunkan ebanyak 29 pesilat, empat pelatih dan ofisial. 29 atlet yang dikirim ke kejuaraan dunia tersebut diturunkan di 23 nomor yang dipertandingkan. Timnas Indonesia hanya absen satu nomor yaitu di kelas bebas karena sulit menurunkan berat badan.