Mantan Juara Nasser Al-Attiyah

Mantan juara Nasser Al-Attiyah memperkokoh posisinya pada perlombaan Reli Dakar, Rabu, setelah reli sepanjang 9.000 km itu memasuki pegunungan Andes dan kemudian menyeberang ke padang pasir Atacama di Chile. Pereli asal Qatar Al-Attiyah, juara pada 2011, menyelesaikan lomba tahapan keempat dengan beda waktu dua menit 40 detik di depan rekan setimnya yang memacu Mini, Nani Roma, juara bertahan, yang peluangnya sempat tipis pada awal lomba karena kehilangan waktu sampai delapan jam.

Urutan ketiga pada akhir lomba Rabu, ditempati pereli juara 2009 dari Afrika Selatan, Giniel De Villiers, yang memacu Toyota. De Villiers terpaut 2:57 di belakang Al-Attiyah tapi tetap naik podium untuk keempat kalinya dan kini berada di urutan kedua klasemen umum, dengan beda waktu lebih dari delapan menit di belakangan saingannya dari Qatar itu.

Pereli dari Arab Saudi, Yazeed Alrajhi, juga memacu Toyota, di urutan keempat pada lomba yang waktunya dipantau sepanjang 315 km, Rabu, dan urutan ketiga klasemen umum dengan beda waktu 23:33 di bawah Al-Attiyah. "Pereli yang harus ditundukkan adalah Giniel," kata Al-Attiyah setelah membawa Mini, yang menyapu podium pada 2014, yang memenangi empat tahapan dari empat yang sudah dilaksanakan hingga Rabu.

"Ia selalu tampil mengancam bila lomba di Dakar dan ia selalu berada di urutan atas. Kami memiliki beda waktu tiga menit. Saya harus berusaha membuat jarak, tapi juga harus menyerang dari waktu ke waktu," urainya. Peugeot, kembali ikut berlomba setelah 25 tahun absen, harus berjuang keras dan didera rasa kecewa ketika pereli 11 kali juara Stephane Peterhansel berada di urutan kelima kendati kelihatan sudah hampir menang hingga menjelang beberapa kilometer akhir.

Ia berada di urutan 10 klasemen umum tetapi Carlos Sainz, juara 2010, mengalami beberapa masalah teknis pada 30 km awal sehingga harus mendapat bantuan dari tim teknis kendaraan pendukung.

Sepeda motor

Pereli sepeda motor dari Spanyol, Joan Barreda, memenangi tahapan kedua pada lomba ini, setelah tampil tercepat bersama Honda, di depan juara bertahan Marc Coma yang menggenjot KTM sedangkan pereli tuan rumah dari Chile Pablo Quintanilla, juga memacu KTM, di urutan ketiga.

Pada urutan klasemen umum, Barreda kini memimpin 12 menit 49 detik dari Coma sedangkan rekan setimnya di atas Honda Paulo Goncalves dari Portugal kembali ke urutan ketiga, terpaut 20 menit 29 detik dari pemimpin klasemen umum.

"Pada bagian awal tahapan ini kita dapat melaju dengan amat cepat tetapi treknya amat membingungkan. Marc Coma di depan dan amat sulit mengejarnya. Saya tetap fokus dan tetap memiliki motivasi. Saya mendekatinya pada kilometer 100 dan akhirnya membuat jarak secara solid," ucapnya.

Pereli Honda, Laia Sanz, diurutan kedelapan Rabu dan merupakan pereli terbaik wanita yang tampil dan berada di urutan ke-12 pada klasemen umum.

Perlombaan sepeda motor sempat dihentikan panitia untuk mencari penyebab kematian pereli sepeda motor Michal Hernik. Pereli berusia 39 tahun dari Polandia itu ditemukan 300 meter dari trek padang pasir dan tidak ada tanda-tanda luka, Selasa, dan tidak ada kerusakan pada sepeda motornya.

Hal itu menunjukkan bahwa musibah itu merupakan insiden kecelakaan, kata direktur lomba Etienne Lavigne. Lavigne menambahkan, tidak ada pengaman kepala (helm) pada Hernik ketika ia ditemukan.

Panitia Penyelenggara mengerahkan helikopter untuk mencari Henrik setelah ia tidak muncul pada garis finis, Selasa, pada perbatasan Argentinia di Villa Carlos Paz dan Chilecito. Peralatan satelit yang dibawanya (tracker) berhenti mengirimkan sinyal keberadaan pereli nahas itu.

Ia merupakan pereli kelima yang tewas sejak reli akbar itu dipindahkan dari Afrika ke Amerika Selatan pada 2009 - dengan alasan keamanan di kawasan padang pasir Sahara - dan yang ke-24 sejak reli itu diadakan pertama kali pada 1979.