Hal Penting Bagi Setiap Manusia

Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan banyak kebutuhan sebagai pelengkap dalam menjalani kehidupan. Hal inilah yang menjadikan mereka memiliki ambisi, hasrat, dan cita-cita sebagai tujuan hidup mereka. Tak terkecuali materi maupun harta benda yang notabene menjadi hal penting bagi setiap manusia.

Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa uang memegang peranan penting seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak sedikit orang yang menderita akibat kurangnya materi yang mereka dapatkan. Sehingga, kita pun mengakui bahwa beberapa orang yang terlahir beruntung dengan kemewahan di sekitarnya merupakan orang-orang yang memiliki hidup bahagia nan sempurna.

Akan tetapi, tahukah Anda, di dunia ini terdapat satu hal yang tentu tak bisa dibeli dan didapatkan hanya dengan materi dan uang, yah kebahagiaan. Bukti nyata dapat kita lihat pada beberapa orang di bawah ini yang notabene dapat membeli dan memiliki apa yang mereka mau. Seperti yang dilansir oddee.com, para saudagar yang tak lagi mampu menghitung uangnya lagi berikut ini malah merasa bahwa hidup mereka sangat menderita! Wah, seperti apa saja sih sosok mereka?

Dalam sebuah artikel pada tahun 2013 tepatnya di bulan Agustus sebuah judul yang sangat berketerbalikan membuat para pembaca merasa penasaran dibuatnya. Majalah Rolling Stone telah membuat satu berita yang bertajuk 'The Poorest Rich Kids In The World' mengenai kisah dua remaja kaya raya yang menyedihkan. Dari sinilah kisah mengharu biru kedua remaja pewaris harta kekayaan dari sebuah merk rokok tersebut mulai terungkap sedikit demi sedikit.

Mereka adalah Patterson dan Georgia Inmann, pewaris harta pemilik label rokok terbesar di Amerika yakni Doris Duke. Dengan harta yang melimpah ruah membuat kedua anak berusia 15 tahun in tak pernah merasakan kekurangan sedikit pun dalam hidup mereka. Akan tetapi kedua remaja malang ini telah menghabiskan tiga bulan di rumah sakit jiwa yang berkaitan dengan trauma masa kecil mengerikan mereka.

Ayah mereka yang merupakan adik dari Doris Duke, Walker Inman, adalah seorang pecandu narkoba yang telah meninggal dalam keadaan overdosis tepat di depan mata dan kepala si kembar Inmann.  Bersama dengan istri kelimanya, sesama pecandu narkoba dan alkohol Daralee Inman, Walker rutin mengunci anak-anak tersebut di bawah tanah yang diolesi dengan kotoran yang sangat bau dan menjijikkan. Kini, mereka berdua telah hidup bersama seorang wanita asing yang menjaga dan membantu keduanya untuk terlepas dari rasa trauma mereka.

Christina Crawford kala itu masih berusia kurang dari satu tahun ketika dirinya akan diadopsi oleh bintang film ternama, Joan Crawford. Gadis yang diadopsi di antara 4 anak lainnya ini lantas menyandang nama Crawford yang tentu saja terkenal akan kemegahan dan kesuksesan sang artis. Akan tetapi, setelah beberapa waktu kematian mendiang Joan, Christina nampak mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu korban kejahatan sang ibu adopsi.

Christina sadar bahwa dirinya dibesarkan dalam kemewahan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Akan tetapi, kebahagiaan masa kecilnya lantas terenggut saat dirinya mulai diadopsi oleh sang legenda Amerika tersebut. Diakui Christina bahwa ibu nya sering melakukan kekerasan fisik pada dirinya. Tak hanya itu, ternyata Joan merupakan pecandu alkohol yang kerap meluapkan emosinya dengan cara melampiaskan kepada Christina.

Tak hanya Christina, namun hal itu pun terjadi pada anak adopsi Joan lainnya yang juga mengakui perlakuan kejam sang ibu. Berdasarkan cerita inilah seorang produser film kemudian membuat satu film yang berkisah tentang masa suram Christina yang dibintangi Faye Dunaway sebagai Joan Crawford dan Diana Scarwid sebagai Christina.

Pada tahun 2003, seorang gadis beruntung baru saja berhasil memenangkan sebuah undian mewah yang membuatnya menjadi bahan incaran media. Callie Rogers kala itu masih berusia enam belas tahun dan mendapatkan hadiah utama sebesar 20 miliar! Meskipun masih terbilang sangat remaja gadis cantik itu bersumpah bahwa dia akan menggunakan uang tersebut secara bijak dan bertanggung jawab. Akan tetapi, Callie nampaknya lupa dengan janji tersebut.

Tepat sembilan tahun kemudian, Callie yang sudah menjadi ibu dari dua orang anak itu mulai melakukan pemborosan uang pada operasi payudara yang telah ia lakukan. Ia juga menjadi pecandu alkohol, obat-obatan terlarang dan juga berbelanja berlebihan yang tak kunjung berhenti. Ia bahkan telah meminta tolong pada beberapa ahli untuk menghilangkan rasa candunya pada kegiatan berbelanja dan memakai bahan-bahan terlarang.

Hingga pada akhirnya, gadis yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil itu pun berhasil keluar dari lubang hitam yang telan menjeratnya selama bertahun-tahun. Dalam wawancaranya bersama The Sun, Callie mengungkapkan penyesalannya terhadap perilaku tak bertanggung jawab yang ia lakukan pada uang undian yang ia dapatkan. Dan baru-baru ini, Callie telah menikah lagi dan belajar untuk menjadi seorang perawat. Dia dan suaminya memutuskan untuk bekerja bersama dalam mendukung kehidupan ketiga anak mereka.

Casey Johnson adalah putri dari seorang ibu sosialita, Sale Johnson, dan Woody Johnson, pemilik New York Jets sekaligus cicit dari pendiri Johnson & Johnson. Tentu saja hal ini menjadikan Casey tumbuh dikelilingi oleh kekayaan dan kemewahan selama hidupnya. Bahkan Casey yang kerap mengendarai mobil mahal sudah mendapatkan tas merk ternama Chanel di usianya yang masih cenderung muda, sepuluh tahun. Namun di balik semua kekayaan yang ia miliki, nampaknya Casey kecil tak pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya selama ia hidup.

Kisah Casey mulai terungkap sebagai seorang anak yang tak pernah dipedulikan oleh sang Ibu, Sale Johnson. Hal inilah yang kemudian membuatnya memutuskan untuk mulai menggunakan obat terlarang di kala usianya masih cenderung remaja. Kehidupan Casey Johnson semakin menjadi kisah tragis kala ditemukannya wanita ini telah meninggal tanpa siapapun di sampingnya pada sebuah bungalow berantakan diusianya yang ke tiga puluh. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata Casey telah mengalami overdosis sekaligus kambuhnya penyakit diabetes yang sesungguhnya telah ia idap sejak kecil.

Leigh Horowitz adalah putri dari pemilik label mode ternama Tommy Hilfiger, Joel Horowitz. Tentu saja dengan kesuksesan label yang dimiliki sang ayah membuat Leigh tumbuh dengan kekayaan yang tak akan pernah habis seumur hidupnya. Gadis berparas cantik itu mengambil studinya di salah satu sekolah swasta termahal dan ternama di tempatnya. Tak hanya itu, Leigh pun kerap kali melakukan liburan mewah ke seluruh dunia hingga hal itu sudah menjadi hal biasa dan lumrah baginya.

Akan tetapi, satu hal yang tak pernah ia dapatkan selama hidupnya, yakni perhatian dari sang orang tua yang kerap meninggalkan Leigh sendiri dengan harta melimpah. Hal ini menjadikannya mulai merokok ganja sekaligus menggunakan obat terlarang di usianya yang masih 8 tahun. Tak berhenti di situ, aksi liar Leigh pada akhirnya tertangkap basah oleh sang ayah yang kemudian membawanya ke suatu tempat rehabilitasi.

Betapa sangat terkejut sang ayah mengetahui bahwa putrinya pernah dianiaya dari usia tujuh sampai ia berusia sembilan tahun oleh seorang remaja laki-laki. Leigh bahkan pernah diperkosa kala dirinya masih menjajaki bangku sekolah tinggi. Hal inilah yang kemudian melandasi Leigh untuk memilih terjerumus dalam lubang hitam yang menyesatkan. Namun, setelah melakukan beberapa proses penyembuhan, Leigh kini telah berhasil bangkit dan sepenuhnya menjauhi hal-hal yang pernah menjerumuskannya dahulu.

Well, Ladies, apa yang bisa kita pelajari dari banyak kisah di atas? Bahwasannya banyaknya uang tak akan mampu membeli kebahagiaan, dan dalam kehidupan kita harus selalu bersyukur. Setuju?