Arie Budiman

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman akan melakukan tindakan tegas kepada pemilik tempat hiburan malam yang dianggap telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Penertiban akan dilakukan berkaitan dengan kejadian maut yang dialami Afriyani Susanti, sopir Xenia maut yang menabrak pejalan kaki dan menewaskan sembilan orang di jalan MI Ridwan, Tugu Tani, Jakarta Pusat, setelah menenggak narkoba di tempat hiburan malam.

"Jika menemukan pelanggaran di suatu tempat hiburan awalnya kita akan tindak lalu memberikan peringatan berupa surat teguran, jika peringatan tersebut masih diabaikan dan masih melakukan pelanggaran maka kita memberikan peringatan kedua, baru setelah itu akan kita lakukan peyegelan atau penutupan,” kata Arie.

Pihaknya mengakui bila sejauh ini sudah melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan tersebut seperti melakukan razia oleh Satpol PP, Kepolisian dan BNN guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di tempat hiburan malam.

Sementara itu, terkait dengan kasus Afriyani, pihaknya belum bisa menjatuhkan sanksi kepada pemilik tempat hiburan, dirinya akan menunggu hasil penyidikan kepolisian.

"Kita tidak bisa menjatuhkan sanksi terhadap tempat hiburan yang telah didatangi tersangka, sebelum ada keterangan dari polisi apakah benar tersangka mendapatkan narkoba di dalam tempat hiburan itu," katanya.

Dikatakan Arief, tidak semua tempat hiburan merupakan salah satu sumber pusat transaksi narkoba. Berdasarkan penelitian pihaknya, kebanyakan pengguna narkoba menggunakan barang haram di luar tempat hiburan malam, dan baru masuk ke tempat itu.

Pihaknya akan memberi sanksi jika ada tempat hiburan yang menjual atau mengedarkan barang haram itu.

Selain itu terkait jam operasional tempat hiburan malam, berdasarkan peraturan yang ada, tempat hiburan harus tutup pada pukul 03.00 WIB.

"Akan tapi jika berada di dalam hotel mungkin disesuai dengan dengan peraturan yang hotel masing-masing," imbuh Arief.

0 Response to "Arie Budiman"