Sejumlah aktivis berencana menggelar aksi protes besar-besaran

Sejumlah aktivis berencana menggelar aksi protes besar-besaran ke Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi untuk menuntut pembebasan ratusan tanahan politik. Aksi protes di ibukota tersebut akan digelar pada hari ini. Aksi protes yang jarang terjadi di negara Arab Saudi ini muncul setelah sebelumnya kalangan wanita Arab Saudi yang menuntut hak untuk mengendarai kendaraan. Aksi protes yang dilakukan para perempuan Arab ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Rencana aksi demontrasi tersebut terungkap dalam siaran pers change.org yang diterima media, Minggu, 3 Juli 2011. Dalam keterangan disebutkan bahwa aksi demontrasi yang direncanakan secara rahasia ini dan mengusung tema, "Tahanan sampai kapan?" diharapkan bisa menarik masa hingga ratusan aktivis. Jumlah peserta demontrasi ini sangat jarang terjadi di negara yang tidak pernah mengalami aksi protes di muka umum ini.

Catatan terakhir menunjukan, aksi demontrasi terakhir yang melibatkan aktivis dalam jumlah ratusan terjadi pada Maret lalu dengan peserta mencapai 200 orang. Aksi di depan kementerian dalam negeri Arab Saudi ini menuntut hal yang sama yaitu pembebasan tahanan politik.

Saat ini lebih dari 4.500 orang telah mendaftar dalam sebuah kelompok di jejaring sosial Facebook untuk menuntut pengadilan yang benar ataupun pembebasan tahanan politik.

"Kami tidak anti pemerintah," ujar kelompok "Tahanan sampai kapan?" dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui situs change.org. "Tuntutan kami sangat kecil, yaitu pembebasan anak, suami, dan orangtua melalui proses pengadilan yang fair dan transparan."

Para demonstran rencananya mulai berkumpul di gerbang barat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada pukul 16.00 waktu setempat. Jika pemerintah tidak mau menerima perwakilan demonstran, para pemrotes ini berencana menggelar aksi duduk di Cairo Square. Demikian catatan online Blog Berita yang berjudul Sejumlah aktivis berencana menggelar aksi protes besar-besaran.

0 Response to "Sejumlah aktivis berencana menggelar aksi protes besar-besaran"